RSS

WE SEAL THE DEAL

Howdy,

Apa kabar semua??? sudah lama (pake banget) ga menyentuh blog ini ūüėÄ kesibukan di 1,5 tahun ini bikin saya jarang nulis lagi. Yep, di tahun ini bisa dikatakan tahun transisi bagi saya pribadi, hmm kenapa? simply tahun ini saya akhirnya start action untuk berwirausaha, tepatnya sih dr pertengahan tahun kemarin. Pengalaman luar biasa didapat di 1,5 tahun ini, mulai dari bisnis start modal dengkul sampe sekarang beberapa masih berjalan. Akhir tahun kemarin dimulai¬†dengan bisnis “bigfish” (ini sebutan saya utk bisnis yang pake modal relatif ¬†gede) pertama saya yaitu properti (ciee properti…), kenyataannya¬†sih ga sewow bahasanya, lebih enak disebut beli tanah abis itu bikin rumah abis itu dijual ūüėÄ

Start dr agustus tahun kmrn bisnis properti done di bulan juli tahun ini, all project done tersisa satu lg yg masih menunggu eksekusi yg insyaallah ada di desember ini. Overall bisnis ini meraup profit lebih tinggi dari ROE yang diharapkan, nice shoot. Bisnis lain ada beberapa yang dimulai tahun ini, apa aja ya.. warung makan kecil (ini udah ga lanjut krn ternyata kurang telaten), ada pasif investment juga tp udah selesai. Sekilas flashback itu kayanya deh.

Di akhir tahun ini lg mencoba belajar banyak peluang bisnis lain, mulai dari saham, daaannn ada satu potential bigfish yang mau diseriusin, yaitu jualan minyak, iyaa¬†jualan minyak loh ūüėÄ

di postingan sekarang saya mau bahas untuk bisnis yang satu ini. Lets rock!

a. The opening

Awal dr bisnis ini, ga sengaja denger ada temen istri yang resign dari kantornya untuk jualan minyak goreng. What? demi jualan minyak goreng??

Status sebagai orang teknik yang kerja di salah satu bidang yang banyak jadi favorit orang ditinggalin demi minyak goreng, woww…

Singkat kata, ternyata orang tuanya punya bisnis minyak goreng turun temurun sejak taun 70an, makanya dia disuruh nerusin untuk produksinya. Begitu denger itu, langsung lah kepikir untuk ngajak kerjasama. Dijadwalkan ketemuan, ngobrol-ngobrol ternyata cocok sama orang n visinya.. deal deh bikin kerjasama.

b. The marketing

Target pasar utama saya memang di jateng dan diy karena disitu ada saudara yang siap untuk all out di bisnis ini. Target jualan adalah di dua ton perbulan. Pertanyaan yang pertama muncul, mau dijual kemana minyak goreng gini, jualan ke pasar? jualan ke ibu-ibu komplek sama arisan? emang nyampe gitu 2 ton/bulan? semua kepikir walo ga tau juga cara nembusinnya gimana. Pengorbanan yang dilakukan untuk bikin strategi lumayan gede, sering bolak balik ke jawa tengah cuma untuk diskusi ato bahas kemungkinan pasar. Sempat kepikir juga pake model kanvasing, jualan pake mobil dari satu tempat ke tempat lain, jualan di pasar kaget ato bikin lomba masak ibu-ibu di RT. Banyak pokoknya dan kebanyakan akhirnya mentok karena biaya yang ga masuk atau waktu yang ga memungkinkan.

c. The Grand idea

Seiring perjalanan waktu makin ngerasa kalau strategi kanvasing bakal¬†makan banyak waktu dan tenaga, akhirnya kepikiran lah untuk bisa nembusin ke distributor besar, gampangnya sih ngikutin apa yang dilakukan sama si ittipat dengan tao kae noi nya. Mulai lah cari-cari informasi tentang distributor besar di jateng yang bisa jualin minyak goreng ini. Setelah beberapa waktu cari info, akhirnya ketemulah¬†salah satu distributor besar yang sepertinya sedang membutuhkan satu produk yang bisa dijual¬†ke semua segmen¬†pasar. Setelah dibahas¬†beberapa lama akhirnya kita coba jalin komunikasi pelan-pelan, sampe akhirnya kita kasih tau kalau kita punya produk minyak goreng yang mau dipasarin. Gayung bersambut, si distributor juga ternyata lagi mencari produk tambahan untuk ekspansi bisnis mereka. Horee…

d. The Deal

Ini bagian yang paling seru menurut saya. Begitu si distributor merasa tertarik, mulai lah kita coba promosikan diri. Mulai dari harga kita yang bersaing (pake banget) sampai dengan kualitas barang kita yang oke. Pembicaraan sampe ke manager lapangan mereka dan dia menyatakan ketertarikan sama produk kita. Manager ini kemudian menjanjikan akan membahas potensi produk bareng General Manager perusahaan. Disini tim kita udah deg-degan semua, target kita bisa jualan 2 ton perbulan mulai terasa masuk akal.

Sekitar seminggu setelah pembicaraan itu, ga ada sesuatu yang terjadi. Kita udah merasa sepertinya deal ini bakal gagal, sampai pada akhirnya ada telpon dari manager itu. Dia ngomong kalau GM mereka pengen ngobrol langsung dengan owner untuk membahas produk minyak goreng ini dan potensi penjualannya. BANG!!

Setelah atur waktu dll, akhirnya disepakati kita ketemu sabtu pagi jam 9 di salah satu resto di Semarang. Deal dengan rencana berangkat jumat sore dari jakarta ternyata ga berjalan sesuai rencana, ada kerjaan yang harus dikerjain lembur di hari itu. Ngebut ngerjain akhirnya jam 10 malam sampai juga dirumah dan langsung berangkat naik mobil ke semarang ditemani anak istri. Tantangan ga selesai sampai disitu, jalanan JKT-SMG di weekend ternyata super macet (ya iyalah ya). Prediksi kita bisa sampai di semarang jam 7 pagi akhirnya molor baru sampai jam 12 siang.

Kondisi saat itu bener-bener diluar perkiraan. Terlambat datang di meeting pertama dengan customer tentu aja bakal jadi kesan yang ga ok. Ga ada lagi yang bisa dilakukan, akhirnya kita nawarin untuk jadwal meeting diganti berbarengan dengan makan siang. Kontak customer dan syukurnya mereka ga keberatan.

Jam 12 tepat ketemu¬†lah saya dengan manager dan head of sales distributor ini. Diawali¬†permintaan maaf karena datang terlambat dari jakarta, akhirnya kita makan siang bareng sambil bahas tentang kemungkinan untuk bekerjasama. Pembicaraan berjalan cukup smooth, ada beberapa pertanyaan dan challenge yang mereka keluarkan dan alhamdulillah bisa dijawab dengan lancar. Sekitar 2 jam pertemuan berjalan dan akhirnya ditutup dengan menghasilkan kesepakatan kerja sama untuk pengadaan minyak goreng kita. Alhamdulillah… ūüėÄ

Selesai dari pertemuan tadi langsung lah tim ngadain meeting, membahas kejadian tadi sambil semua pasang muka bahagia senyum-senyum (semua ngomong bahwa akhirnya target 2 ton per bulan bisa tercapai juga). Malam hari kita jalan-jalan menikmati malam di semarang sambil beli oleh-oleh buat temen kantor n keluarga. Sekitar jam 3 pagi akhirnya saya dan istri kembali ke jakarta dengan satu status:  MISSION ACCOMPLISHED.

Di hari senin pagi, kita masih tetep bahas tentang meeting di weekend itu (sambil tetep senyum-senyum donk). Semua usaha dan letih selama ini berasa terbayar lunas, mulai dari hanya bermodal keyakinan sampai akhirnya kita berhasil closing satu deal yang berpotensi memenuhi target bulanan kita di angka 2 ton. Ada banyak pelajaran yang saya ambil dari situ, tentang hasil dari kesabaran, kerja keras, dan persistensi. Saya percaya bahwa dalam bisnis selalu ada kesempatan selama kita mau fokus. Ga usah peduli walaupun apa yang kita jual terasa sangat sepele atau ga keren. Kunci dari tiap bisnis adalah pengelolaannya, bukan tentang apa yang dijual.

*Notes: Senyum kami tambah lebar di siang hari nya karena satu message yang dikirim oleh pihak distributor menyampaikan kalau permintaan mereka bukan di angka 2 ton, tetapi di angka 20 ton. Alhamdulillah..

minyak goreng jualan kita

minyak goreng jualan kita

 
Leave a comment

Posted by on November 16, 2015 in Uncategorized

 

Tags: , , , ,

should we blame the wells?

Screenshot_2013-07-23-21-34-15the statistic said that the revenues from oil and gas are always above the target In evey year budget. Good to see that. Yet, lets take a look at the oil production graphic:

20130723_221310

Seems like unpleasant graphic which we can see that oil production was considerably deteriorated from around 1500 th. Barrels/day in 2000 into only 900 ths. Barrels/day In 2011.  Should we predict that the decrease of oil production were caused by our high cost oil production and our most played out-well that needed EOR strategies which is undoubtly very costly project. Meanwhile, another interesting fact, have a look for the third graphic:

Note_20130707_220036_01(2)

Me myself, I prefer to agree to the last graphic.

 
Leave a comment

Posted by on July 23, 2013 in learn something

 

Tags: ,

letter for my friend..

This poet (or whatever it called) is some kind of nostalgic I think. My friend gave me this right after our last rendezvous. Think back again, we had some great moments together, surely most of them were ridiculous moments but somehow that’s what make those moments unreplacable. Now we walked in a different path, but it’s ok, not everyone is meant to be in the same path forever afterall. Just seize your dreams, and i will seize mine. Be a good writer, and laugh more than what u did in the past.

It’s always been my pleasure to have a friend like you.

IMG-20130719-WA0001

IMG-20130719-WA0000

 
Leave a comment

Posted by on July 19, 2013 in L.I.F.E

 

When you are going through hell, keep on going..

Perbincangan dengan salah seorang sahabat di sore hari kemarin membuat saya sedikit berfikir, bahwa tidak selamanya hal negatif itu harus direspon dengan negatif pula. Dalam hidup kita semua pasti pernah dan akan mengalami titik terbawah entah itu dalam hal karir, dalam keluarga ataupun kesehatan. pada titik ini perasaan akan terasa campuraduk, antara sedih, emosi, dan ketidaksanggupan untuk menghadapi apa yang terjadi. Dengan begitu banyaknya perasaan negatif yang kita alami saat itu, secara alamiah kita akan meresponnya dengan negatif pula. hal itu wajar, sangat wajar malah, toh ketika sedih wajar saja jika kita menangis, ketika emosi wajar jika kita marah, yang tidak boleh adalah berlarut-larut dalam emosi negatif seperti ini, cepat-cepatlah berpindah dan hilangkan respon negatif yang kita lakukan.

Cara untuk secepat mungkin menghilangkan respon negatif seperti ini bermacam-macam, bagi saya tentunya karena saya muslim, air wudhu dan sholat bisa dijadikan jalan keluar untuk menenangkan hati. Terkadang juga saya bersepeda, melakukan apa yang menjadi hobi saya, berkumpul dengan sahabat-sahabat, take three-day off dll, tapi memang bagi saya cara yang pertama yang selalu berhasil. Tentunya tiap orang punya caranya sendiri untuk menghilangkan respon negatif ini secepat mungkin, tinggal kita memilih cara mana yang terbaik untuk diri kita.

Yang kedua menurut saya, bantulah orang lain. semakin kita dalam keadaan yang sempit, membantu orang lain justru akan menjadi solusi. tentu agak sedikit aneh secara logika disaat sebenarnya kita sangat membutuhkan bantuan justru kita malah diminta untuk membantu orang lain. tapi hukum seperti ini memang ada, saya lumayan sering melakukannya dan selalu berhasil. Anyway, rumus termudah untuk membantu orang lain yang pasti akan bermanfaat dan berbalas adalah satu hal, sedekah. Masih banyak cara-cara lain yang dilakukan oleh tiap orang, but at least dua hal itu yang sering saya lakukan ketika dalam keadaaan sedih ataupun sempit.

Pembicaraan kami berlangsung cukup lama, tentang apa yang kami bicarakan biarlah itu tetap jadi cerita kami berdua. Yang jelas pada akhir dari pembicaraan itu, saya menyimpulkan bahwa kata-kata ‚Äútidak akan pernah menyerah terhadap semua yang terjadi pada kita‚ÄĚ itu memang harus ada, Tuhan tidak mungkin menciptakan kita untuk dapat berfikir jika apa yang kita lakukan hanyalah menyerah semudah kita membalikkan tangan, dan Tuhan tidak mungkin menciptakan kita untuk dapat mencintai jika yang kita lakukan hanyalah terus menerus berjuang sendiri. Ketika mencapai titik jenuh, rasa sakit, kelemahan, kesedihan justru akan memberikan respon terbalik yang akan dilakukan oleh diri kita sendiri sebagai suatu perlawanan. Hal-hal semacam ini pada akhirnya justru akan menguatkan kebahagiaan, kasih sayang, kelembutan hati, dan rasa syukur dalam diri. Saya percaya pada satu statement yang menyatakan bahwa hidup itu singkat, tetapi saya juga percaya bahwa jika kita melakukannya dengan baik, maka yang singkat itu sudah lebih dari cukup untuk membuat kita bahagia.

 
Leave a comment

Posted by on May 3, 2013 in L.I.F.E

 

If you want somethin’, go get it.

Ternyata setelah dilihat udah lumayan lama juga ya ga nulis disini. Tahun ini emang terselingi oleh banyak aktifitas terutama aktifitas berangkat subuh pulang isya yang lumayan bikin ngantuk, tapi gpp juga sih karena menjalaninya demi si calon jagoanku kelak ūüėÄ

Taun ini juga lagi mencoba berusaha serius mengejar beasiswa untuk ngelanjutin master, target pertama adalah ADS yang buka kesempatan sampai 19 juli besok, so utk temen2 yang sesama scholarship hunters harus udah siap2 utk kirim aplikasinya. Untuk yang butuh panduan tata cara ngisi form aplikasi ADS bisa diliat di salah satu situs dosen UGM, http://madeandi.com/video-ads/ . lumayan ngebantu sih, minimal jadi ada bayangan tentang apa yang harus diisi nanti.

Progres sampe saat ini, sejak 2 bulan lalu banyak baca n belajar bahasa inggris demi meningkatkan nilai toefl supaya bisa mencukupi persyaratan. Minggu kemarin baru aja ambil Toefl test di LIA Pramuka, testimoni untuk tempat ini menurut saya sih cukup bagus, soundnya oke n jelas walaupun yang ngikut agak banyak (sekitar 50an). tapi harus hati2 juga untuk batasan waktu mengerjakan soalnya kmrn ada satu peserta tes yg masih ngerjain pas si pengawas bilang waktunya udah selesai n akhirnya lembar jawaban si peserta ini ga diambil sama mereka.

Anyway sebenernya lebih oke kl ikut langsung tes IELTS sih karena utk tujuan Australia dan UK biasanya lebih mengutamakan IELTS dibanding TOEFL, cuma karena utk ikut tes IELTS butuh sekitar 195 dolar (sekitar 2jutaan) sedangkan utk tes ITP Toefl cuma butuh 300rb, jd akhirnya pilih opsi kedua utk ikutan ITP aja hehe. Hasil tesnya baru keluar hari Rabu besok, semoga aja sesuai yang diharapkan jd ga harus retake supaya bisa fokus ke hal lain yang sama-sama pentingnya.

Yep, still long way to go, many things to do,

…motivation letter..

…recommendation letter…

…application form…

Motivation letter kayanya bakal jadi fokus utama setelah ini, banyak tips trik yang udah dibaca sih untuk bikin letter ini cuma karena masih nunggu hasil toefl jadi belum bisa fokus untuk nyusun apa2 yang mau diceritain nanti.

Ok then, since the toefl score will be crucial, lets see tomorrow whether it‚Äôs adequate or not. ūüėÄ

“The secret of making something work in your live is, first of all, the deep desire to make it work, then the faith and belief that it can work, then to hold that clear definite vision in your consciousness and see it working out step by step, without one doubt of disbelief.”

(Eileen Caddy)

 
2 Comments

Posted by on April 16, 2013 in L.I.F.E

 

Tags: , , ,

Adventure at Bogor… Pancar Mountain..!!

Back again!!

For these two weeks, I only biking at Bogor ūüėÄ

Previous Week

Last week, I finally decided to go to Kebun Raya, the adventure was started at 5.30 a.m. from my home. At the beginning, I could not decide which route I would take. But, I decided to go through village street so I could also enjoy the beauty of scenery. I went through Pitara and passed through Cilebut, Citayam, Bojonggede until I arrived at Bogor at 8.00 a.m. (takes more time because I choosed random route that I never passed before hehe). I could arrive at Kebun Rayar Bogor since I asked about the route to the local people. The scenery in this place was so relaxing, fresh air, greens everywhere, and I saw many old and big trees. After purchasing the ticket, I was finally allowed to go inside. Unfortunately, it was not allowed to bring bicycle inside. There was no other choice. I had to go there by foot.

At that time, my feet were so tired due to my 35 km trip before. As the consequence, I could not see the whole park. I actually took a rest inside while massaging my knee and watching the lake. The scenery was beautiful and the air was very fresh since there were many old leafy trees. Moreover, it was still morning. The garden was actually still quiet and I was one of first people to visit that place because it was too morning. There were certain tourist groups walking and singing together. It was funny when I saw them. For this day, the total distance of my fun bicycling was 50 km and It was not too extreme afterall. ūüėÄ

This Week

JACKPOT!!! It was the most appropiate word to describe my bicyling for this week. I’m biking for more than 7 hours nonstop. It was crazy since it squeezed my energy and  hurted  my knee. I drank water much but I still felt thirsty, my stomach was queasy. It was totally challenging (and also crazy). The track for the day was very easy  until it made calf stiff. Today destination was the top of Pancar Mount. It was located in Kabupaten Bogor (Not Bogor City). To save my energy, I went from Depok to Bogor with commuter line. I went at 6.00 a.m. from home and I arrived at Bogor at 7.00 a.m. Had breakfast first at Bogor n ready to go!!

*at Bogor Station, “Taman Topi” Park

IMG-20130209-WA004

Gowes was started from Bogor Station to the top of the mountain. After one hour, I arrived at the boundary of Kabupaten Bogor. The trip was so fun and it made me curious when I found alot of downhill trip (since the destionation is the top of the mountain, it was supposed to be uphill trip, isn‚Äôt it?). Surprisingly, I found the answer after arriving at the border of kabupaten Bogor. The real adventure was started. There was uphill track and it was filled by a lot of hole. Moreover, the sun became hotter. The speed getting slower. In less than one hour, I arrived in front of Sentul Circuit (finally). I decided to stop for a while and drank fresh coconut water since the weather was too hot and my throat was dry. It was so fresh after drinking the water. While taking a break, I also asked to seller, ‚Äúkang ari ka gunung pancar sabaraha lami deui nya?‚ÄĚ (Bro, how long will it take to go to the peak of Pancar Mountain?), he calmly answered, ‚Äúoh masih keneh 3 jam deui kang ari kana sapeda mah‚ÄĚ (three more hours with bicycle). I figured out that I was mistakenly predict the distance and the time of departure…..

*Sentul International Circuit

IMG-20130209-WA006

Because I already a halfway to the mountain, I decided to continue my adventure to the top of the mountain. Although it was 10.00 a.m (so the arriving prediction time at 13.00 p.m), I still did it. Surprisingly, The street was totally different from before. After the Sentul Circuit, the street was not that kind anymore. It was really really uphill track and there were so many stones. The street was broken and wet. The track was really challenging (and because it was 11.30 p.m.) So, I already biking for 4,5 hours until this point. It would be really fun as long as my body was in good condition (since I feel a lil bit cold). Actually, my body was not very good and the weather was extremely hot. I only rode my bicycle very slowly. At 12.30, the other goweser surrended one by one since they wanted to take a break. I think they decided to arrive at the top of the hill at evening. I think i can‚Äôt do the same thing because I should go back to Depok before evening. Finally, after ¬ĺ of the trip, I decided to surrended from this challenge at Pancar Mount. When I went back to Bogor Station, it also squeezed my energy. The road was uphill, but it was not too extreme. I arrived at Bogor Station at 14.00 p.m. I decided to rode on Economic Train and arrived at my home at 15.00 p.m.

I think today adventure was failed, I could not arrive at the top of the Pancar Mount since I went too late and the distance was not the same as I predicted before. After asking my friends, I knew that it would be much easier if I passed the other route (pavement route) and the starting point of my bicycling supposed to be at Sentul City (it was my mistake to start from Bogor Station).

*the scenery of Pancar Mountain

IMG-20130209-WA005 IMG-20130209-WA008 IMG-20130209-WA009

Yeepp that‚Äôs all ¬†for my today adventure, the distance of today adventure was approximately 85 km.¬†This experience was really unforgettable. Although I had to hurt my knee, my stomach was queasy, and my breath became uncontrollable, It was still really fun and challenging. I only arrived at ¬ĺ of the mountain, but the scenery was still beautiful. Moreover, it would be more beautiful if I arrived at peak actually hehe. Afterall. thanks for my bicycle and my feet to bring me this far. Greatt!!!!

 
Leave a comment

Posted by on February 12, 2013 in L.I.F.E

 

Tags: , , , , ,

Obrolan sore cost recovery di warung kopi (2)

Unyil      : oi sro, enak banget jam segini udah nongkrong di warung aja, jumatan ga kamu?

Usro      : Jumatan donk nyil, gini2 mantan anak pesantren nih

Unyil      : mantap dah, makan siang sekalian deh aku

Usro      : eh terusin yok diskusi tadi pagi, penasaran nih

Unyil      : ayok dah, mumpung lagi sante nih. sampe mana ya kita tadi pagi?

Usro      : bahasan sih sampe kalo mark up cosrec itu ga bakal menguntungkan dua pihak yang berkontrak, cuma nguntungin oknum doank

Unyil      : oh ya bener, sekarang apa lagi yang mau kita bahas?

usro¬†¬†¬†¬†¬†¬† : nah dari tadi aku mikir-mikir nih sambil nerawang, kl emang gitu brarti cosrec itu rawan untuk dicurangin ya. kl rawan dicurangin gitu, gimana kl kontraknya kita ubah aja, jangan pake model PSC lagi yang cosrec ‚Äď cosrec an gitu deh, kita pake model kontrak lain aja deh yang ga ada cosrec nya

unyil      : nah bagus juga tuh idemu, selain model PSC emang sebenernya ada model-model kontrak lain sro. yang paling populer sih ada 2, model royalti sama model service contract. kita ga akan terlalu masuk ke tiap-tiap detil kontrak ini karena bakal panjang banget bahasannya, tapi intinya kalo di model royalti kita ga bakal nemuin istilah equity to be split (ETS), semua profit oil akan masuk ke perusahaan migas, KKKS cuma berkewajiban ngasih royalti dan pajak penghasilan ke pemerintah, maka itu sistem royalti ini sering disebut model R/T (Royalty/Tax). sampe sini ngerti sro?

Usro      : sip paham. terus kl service contract?

Unyil      : ini lebih simpel dari R/T tadi, jadi si kontraktor cuma berstatus sebagai penyedia jasa aja, misal HC (Host Country) punya ladang di satu daerah, karena kesibukan dll akhirnya si HC ini ga bisa mengelola ladangnya sendiri, akhirnya mereka suruh lah perusahaan migas untuk ngelola ladang minyak mereka, nanti perusahaan migas itu akan dapet fee untuk pekerjaan yang mereka lakukan.

Usro      : Wah kl gt kayanya enakan pake model R/T ya

Unyil      : plus minus sro, pada dasarnya semua model contract itu oke, cuma gimana aplikasi dan pengembangannya. Coba kita bandingin ya untuk yang R/T model sama PSC model gimana kl dari sudut pandang KKKS. Berhubung udah siang nih, kita agak sedikit itung-itungan ya. ada kertas ga, aku mau gambarin nih grafiknya

Usro      : nih pake aja bekas bungkus gorengan haha

Unyil      : hadeuh, ya udah deh gpp. kita simpelkan aja ya gambarnya, gini:

Untitled

Unyil¬†¬†¬†¬†¬† : Ok itu gambaran simpelnya sro, untuk angka- persentasenya ga usah terlalu dipikirin, bisa berbeda di tiap simulasinya. di simulasi ini kita misalin si kontraktor deal kontrak R/T sama pemerintah 30% : 70% (30% untuk KKKS, 70% untuk pemerintah). disitu bisa kita liat IRR antara PSC yang kita terapin sekarang sama…..

Usro      : Bentar-bentar, IRR itu sendiri apaan sih?

Unyil      :Internal Rate of Return, gampangnya indikator kelayakan dari satu investasi, makin besar IRR maka makin favourable investasi itu. kl detilnya nanti kamu cari sendiri aja di buku-buku pas jaman kita kuliah banyak tuh penjelasannya.

Lanjut ya, kita bisa liat garis IRR untuk R/T model lebih curam dibandingin sama PSC model. Ada garis putus-putus B, nah disitu adalah titik perpotongan dimana IRR PSC model sama dengan IRR R/T model, jadi pada titik ini tingkat return kedua jenis kontrak akan sama. pada daerah III IRR R/T model akan semakin tinggi kalo dibandingin sama IRR PSC, nah disini adalah daerah favourable buat si kontraktor. kl tingkat IRR ada di daerah ini maka kontrak R/T akan lebih menguntungkan bagi Kontraktor dibandingkan kontrak PSC. sebaliknya, di daerah I dan II adalah daerah favourable buat HC, karena di daerah ini IRR yang diterima oleh kontraktor lebih kecil dari IRR yang diterima ketika menggunakan model PSC. sampe sini paham sro?

Usro      : paham nyil, tp agak mulai ngliyer-ngliyer ini liatnya

Unyil      : haha katanya praktisi perminyakan, harus tahan donk. ok lanjut ya, pada garis putus2 A, itu dimana tingkat IRR adalah di angka 10%, pada tingkat ini 100% kontraktor akan mundur dari proses eksploitasi, kenapa? karena return yang mereka dapet ga sepadan dengan resiko yang mereka tanggung. mereka ga akan mau cape-cape ngeluarin tenaga buat exploit sumur ini. Jadi daerah real untuk keadaan di lapangan sebenernya ada pada daerah II dan III aja. II itu favourable buat HC, kl III itu favourable buat kontraktor.

usro       : trus faktor-faktor yang bisa ngebuat IRR itu ada di daerah II or III apaan nyil? bisa ga kontraktor mempengaruhi IRR mereka ada dimana?

Unyil      : pada dasarnya ada 3 variable utama yg nentuin besar IRR satu investasi minyak, yaitu harga minyak (prices), cost of oil, sama seberapa besar reserves yang ada disitu. tapi lagi-lagi, 3 faktor itu bersifat forecast n ga pasti, jadi pada akhirnya, investment decision adalah masalah insting si kontraktor. makin tajem instingnya makin besar potensi keuntungannya.

usro       : kl deal R/T nya bukan di 30% : 70%, misal di 40% : 60%. gimana tuh?

Unyil      : wah itu lebih gawat lagi buat HC bos, bisa-bisa ga ada titik potong antara IRR PSC sama IRR R/T, alias mau berapapun nilai 3 variabel utama tadi (prices, cost, reserves) maka return R/T akan selalu lebih besar dari return di PSC model. mau digambarin tapi kertas gorengannya udah abis nih

Usro      : hahaha. jadi kesimpulannya, bagusan mana donk antara model R/T sama model PSC?

Unyil      : sama-sama bagus, pada akhirnya yang membedakan nanti ya tingkat persentase dari masing-masing kontrak itu, bisa aja royalty jadi lebih bagus buat HC kl persentase royaltynya tinggi. model R/T ini juga lebih ke arah extreme contract, jadi kalo keadaan 3 variabel utama lagi bagus, kontraktor akan panen keuntungan besar-besaran (windfall profit), tapi kalo keadaan 3 variabel utama lagi jelek, ya udah hancur lah udah return dari si kontraktor. sedangkan di sisi lain model PSC cenderung lebih stabil (maka itu garis pada kurvanya lebih landai), ketika variabel utama kondusif si kontraktor ga akan terlalu menikmati windfall profit, tapi kalo variabel utama lagi ga kondusif si kontraktor ga akan jatuh-jatuh banget, PSC juga bisa lebih bagus kl persentase ETS nya bagus. beberapa PSC disusun dengan menerapkan adanya cost recovery limit. nah adanya CRL ini bisa bikin government take lebih bagus lagi.

Usro      : kalo untuk kontraktor mana yang lebih ok?

Unyil      : kemungkinan besar mereka lebih suka pake model Royalty, karena campur tangan HC cenderung sedikit dan ya itu, mereka akan sangat menikmati kalo ada windfall profit. kl pas rugi sampe IRR dibawah 10%, ya udah tutup aja hehe

Usro      : wah ya kasian pegawainya donk kalo bentar-bentar tutup. kalo pake R/T harusnya cost perusahaan akan lebih efisien ya, kan mereka bakal berjuang untuk hemat supaya untung perusahaan makin gede

Unyil      : masuk akal, tapi yang perlu diinget juga, faktor-faktor utama yang bikin cosrec itu gede sebenernya cenderung karena capital cost, yang kalo dihemat besar-besaran justru beresiko menurunkan tingkat produksi saat ini maupun di masa depan. Kalo operational cost kaya gaji karyawan, biaya perjamuan dll itu biasanya ga gede-gede banget nilainya, paling sekitar 2-3 persen dari total cost recovery. Tapi ga tau kenapa selama ini yang diubek-ubek sama politikus ya cuma seputar biaya ecek-ecek itu hehe.

udah ah sro, udah mau sholat ashar nih ntar kapan-kapan deh kita ngobrol lagi.

Usro      : yaah.. ya udah deh, aku juga udah pusing  dari tadi ngerut terus ni dahi. eh weekend mau ngapain rencananya?

Unyil      : oh jelas donk kita sepedaan sro, besok sabtu rencana mau gowes ke bogor, doain ya siapa tau disana nemu ladang minyak haha

 
4 Comments

Posted by on February 1, 2013 in learn something

 

Tags: , ,

 
TraderPath

Seize the Day, Put Very Little Trust in Tomorrow

Anthusiasm..

is my mid name!

Blog penggemar sepeda Polygon

Maverick_Astroz_Xtrada_Sierral Lite

In My Mind

My Simple Thoughts

Notes from an Indonesian Policy Wonk

Notes and Analysis on Indonesian Current Affairs and Policies

Eugenia

Breathe, The Universe is full of surprises.

In my eyes ...

Just other taxation perception

Tiga Landasan Utama

Mengenal Allah, Mengenal Rasul dan Mengenal Agama Islam.

Dwiindahlestari's Blog

hey you! welcome :)

Inirhinie

Simplicity..